Dana Pensiun Harus Disiapkan Sejak Awal
JAKARTA, KOMPAS.com
— Boleh jadi usia Anda saat ini masih dalam kategori
produktif. Anda pun masih sanggup membiayai kebutuhan
keluarga dan bisa memanjakan diri sendiri. Namun bagaimana
jika usia sudah beranjak menua, 20 atau 30 tahun ke depan,
saat secara fisik Anda tak lagi produktif?
Apakah tabungan di
rekening bank mampu mengejar nilai barang yang pastinya
akan terus naik setiap tahunnya?
Hitung kembali saldo Anda. Jika dikalkulasikan dengan
pertumbuhan inflasi 10 per tahunnya, dan bunga tabungan
yang hanya 5 persen per tahun, Anda akan menemui sejauh
mana tabungan konvensional di bank mempunyai daya beli
kuat mengimbangi inflasi ke depannya.
Syafriady Hutagalung, manajer senior dari sebuah lembaga
keuangan, mengatakan kepada Kompas masih ada anggapan
rancu tentang masa pensiun dan dana pensiun.
"Istilah pensiun berlaku terhadap seseorang yang sudah
produktif pada usia tertentu, 50 - 60 tahun. Namun tak
sedikit orang pada usia ini masih bekerja dan mencari
nafkah dikarenakan mereka tidak menyiapkan dana pensiun
sejak masih produktif," jelas pria yang kerap dipanggil
Adhie ini.
Menurut Adhie, masa produktivitas bisa saja berkurang,
namun biaya hidup terus meningkat. Anda juga boleh pensiun,
tetapi biaya hidup tidak akan pernah pensiun. Pertanyaan
penting yang harus segera dijawab adalah bagaimana
persiapan Anda sebelum pensiun?
Ada beberapa pilihan untuk mempersiapkan dana pensiun Anda.
Berbisnis, menabung konvensional di bank, atau investasi.
Masing-masing memiliki nilai lebih, di antaranya seperti
dijelaskan oleh Adhie:
1. Berbisnis atau membuka usaha sampingan
Membuka usaha
sampingan bisa sangat menguntungkan, karena biasanya
dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam
tempo yang lebih cepat. Tetapi Anda harus siap dengan
segala konsekuensi bisnis.
Jika berbisnis menjadi pilihan, memang pertumbuhan uang
akan sangat progresif. Apalagi jika Anda memilih usaha
yang tak memerlukan modal besar seperti jasa konsultan.
Berapa nilai dana yang akan terkumpul dari cara ini akan
bergantung penuh pada usaha Anda menjalankan bisnis.
Jumlahnya bisa
sangat besar, yang artinya simpanan dana pensiun Anda di
masa mendatang pun bernilai tinggi sejalan dengan aset dan
produktivitas bisnis yang terus berkembang.
2. Menabung secara rutin
Setiap orang
pastinya memiliki rekening tabungan konvensional di bank
pilihan. Bagi karyawan, uang gaji disisihkan sekian persen
untuk ditabung. Cara ini sah saja jika lebih memungkinkan
untuk Anda.
Namun harus siap
dengan resikonya, yakni:
- Daya
beli menurun di masa mendatang, artinya nilai
dana yang Anda simpan di bank akan tak sebanding
nilai kebutuhan di masa mendatang.
-
Pajak. Jika Anda menabung seratus juta di bank,
pemerintah akan memotong pajak sebesar 20%.
Artinya, nilai dana tabungan akan menurun.
-
Inflasi dengan pertumbuhan rata-rata 10 persen
per tahun. Artinya, 20 tahun mendatang nilai
dana Anda tidak mampu mengimbangi tingginya
harga kebutuhan dasar. Karena bunga hanya berada
dalam kisaran 5 persen, tingginya inflasi masih
belum menutupi kebutuhan.
-
Sikap tidak disiplin. Banyak keluarga menetapkan
berbagai pos pengeluaran terlebih dahulu, baru
kemudian ”sisanya” ditabung. Cara ini membuat
tabungan tidak optimal dan cenderung akan
dikorbankan apabila ada pengeluaran tambahan di
luar yang rutin.
3. Investasi
Instrumen
investasi bisa beragam. Pilih yang paling tepat untuk Anda,
apakah saham, obligasi, reksadana, asuransi, atau lainnya
yang bersifat investasi jangka panjang (long term
investment).
Bicara asuransi, menurut Adhie, produk tabungan berjangka
atau rencana dewasa ini disertai fitur asuransi. Dengan
demikian, target dana atau rencana yang diinginkan dapat
tetap tercapai meskipun terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.
Besaran nilai
investasi pada tahap ini kembali kepada tujuan Anda,
seberapa besar nilai dana pensiun yang ingin Anda
kumpulkan dalam jangka waktu tertentu.
"Pada intinya, pilih instrumen investasi yang bisa
menumbuhkan dana di atas bunga deposito dengan merujuk
kepada nilai masa depan atau future value," tukas Adhie.
Dengan perencanaan tepat, di saat waktu pensiun tiba (bisa
jadi pensiun dini), simpanan Anda sudah mampu membiayai
hidup Anda sepenuhnya di masa mendatang.